Berikut Kesepakatan Ulama dan Pemerintah Daerah Sampang Jelang Idul Fitri 1441 H

Bupati Sampang bersama Forkopimda dan Ulama usai rakor menjelang Idul Fitri 1441 H.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Kemenag dan Ulama menggelar rapat koordinasi menjelang Idul Fitri 1441 H ditengah masa pandemi Covid-19.

Rakor tersebut digelar di Aula Pemerintah Kabupaten Sampang selepas shalat Tarawih, Rabu (20/05/2020).

Turut hadir dalam rakor tersebut diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Kapolres Sampang AKBP Didit BWS, S.I.K, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE.MSi, Kepala Kemenag Sampang H. Pardi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan.

Kemudian juga turut dihadiri Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum, KH. Muhammad Itqon Bushiri, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sampang KH.Nasir Sayuti, beserta para Kepala OPD dan seluruh Forkopimcam se Kabupaten Sampang.

Ketika memberikan pengantar, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa saat ini pergerakan virus Covid-19 di Kabupaten Sampang sangat masif sehingga perlunya pencegahan dan penanganan dari kalangan seluruh pihak termasuk ulama.

“Kita ingin ada persamaan persepsi bersama untuk melakukan antisipasi Covid-19 agar tidak liar dan salah persepsi, yang menjadi himbauan Pemerintah supaya nantinya dapat disosialisasikan ke masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga tak ingin ada gejolak di tengah Pandemi Covid-19, termasuk yang berkaitan dengan masalah anggaran dan bantuan sosial.

“Kita murni ingin membantu masyarakat, bekerja dengan ikhlas agar tidak terasa lelah, bagaimana membuat program yang pro rakyat dan efisien serta tak akan ada penyimpangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Slamet Junaidi berharap apa yang menjadi kesepakatan antara ulama dan Kemenag Sampang dapat disosialisasikan secara masif ke masyarakat sehingga tidak ada yang melanggar.

“Kesepakatan ini juga berpatokan pada Fatwa MUI, dilakukan bukan untuk membatasi ibadah namun agar bisa meminimalisir pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sampang,” tutupnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menegaskan jika suasana Idul Fitri di masa Pandemi Covid-19 saat ini akan berbeda dengan sebelumnya.

“Takbir keliling kita larang karena ini menimbulkan kerumunan massa, kemudian sholat Id di Lapangan ditiadakan juga dan difokuskan di masjid-masjid,” pungkasnya.

Berikut merupakan kesepakatan bersama yang dilakukan antara Kemenag Sampang mewakili Pemerintah Daerah dan Ulama di Kabupaten Sampang :

1. Tidak melakukan takbir keliling di jalan raya maupun takbir keliling dengan jalan kaki dan mengumpulkan massa
2. Menggemakan Takbir dapat dilakukan di Masjid/Musholla oleh pengurus takmir dengan menetapkan protokol kesehatan serta melalui media elektronik, dan digital lainnya.
3. Umat Islam dan warga Kabupaten Sampang perlu menggemakan gema Takbir, Tahmid dan Tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus sebagai doa agar Pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.
4. Memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah
5. Melakukan cuci tangan dengan sabun serta air mengalir
6. Menggunakan masker
7. Pengecekan suhu badan
8. Pengaturan shaf dengan menjaga jarak