Antisipasi Kelangkaan Dan Mahalnya Masker, Forkopimda Bagi Masker Kepada Masyarakat

SAMPANG – Peredaran masker di Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur sampai saat ini masih langka dan mahal. Harga masker yang semula Rp.2500 saat ini naik menjadi Rp 5000 untuk masker sejenis yang digunakan tenaga medis itupun masih kesulitan untuk mencarinya, sementara masker bervariasi dan yang terbuat dari kain berkisar Rp 6000 – Rp 7000. Tidak heran waktu pembagian masker oleh Bupati beserta jajaran Forkopimda jumat 10/4 warga masyarakat saling berebut. Pembagian 1500 masker kepada para pengguna jalan di depan Monumen jalan Trunojoyo, Pasar Sore (Deg gedeg) jalan Suhadak dan di sekitar Pasar Srimangunan itu diberikan langsung oleh H Slamet Junaidi selaku Bupati Sampang, Ketua DPRD, Kapolres AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra SIK MH, Dandim 0828 Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE M.Si. Ikut membantu pembagian Pj Sekdakab Yuliadi Setiawan S Sos M.Si beserta jajaran TNI/Polri. Saat di konfirmasi Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengungkapkan, untuk mendukung Gerakan Sampang Bermasker Pemkab mengalokasikan ribuan masker yang di bagikan kepada masyarakat “Pengadaannya bertahap dan memanfaatkan para penjahit lokal sebagai bentuk empati serta pemberdayaan bagi warga terdampak dari sisi sosial dan ekonomi,”ujar H Slamet Junaidi. Menurutnya Gerakan Sampang Bermasker merupakan salah satu upaya Pemkab Sampang untuk mempertahankan zone hijau dari penyebaran Covid 19. Usai membagi masker Rombongan Forkopimda menuju Posko II Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid 19 yang ada di bekas Jembatan Timbang Desa Plakaran Kecamatan Jrengik. (D)