Aba Idi dan Aba Ab Hadiri Pelantikan DPAC FKDT se Kabupaten Sampang

Foto : Prokopim Pemkab

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dengan ditemani Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FDKT) Se- Kabupaten Sampang masa khidmah 2021-2026 Selasa (8/3/2022) di Pendapa Trunojoyo.

Hadir juga pada kesempatan tersebut Sekda Kabupaten, H. Yuliadi Setyawan, Kepala Kan kemenag Sampang serta para tokoh agama serta Forkopimda setempat.

Foto : Prokopim Pemkab

Ketua DPC FKDT Sampang Kiai Syujak mengungkapkan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah di Sampang menjadi sebuah kebanggan karena secara jumlah lembaga pendidikan tingkat Diniyah menjadi acuan pendidikan utama bagi masyarakat.

Madrasah Diniyah di Indonesia merupakan tingkatan awal pendidikan karenanya lembaga dasar tersebut harus menjadi tonggak kemajuan kualitas pendidikan di masa yang akan datang khususnya di Kabupaten Sampang.

“Cikal bakal pendidikan dasar di Indonesia merupakan jejak sejarah yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa. Pendidikan itu adalah tingkat diniyah atau dasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa di desa banyak orang tua mewajibkan anaknya berpendidikan dasar/Diniyah karena dianggap sebagai kekuatan dan sumber awal dari pendidkan selanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya berharap FKDT menjadi mitra dalam membantu membangun Sampang dari segi pendidikan.

Menurutnya, semua eleman harus berjalan bersama. Persoalan indeks peningkatan prestasi di Sampang harus dipikirkan.

“Pemerintah daerah tidak akan mampu jika tidak ada sinergitas dari stakeholder yang lain,” ucap orang nomor satu di Sampang itu.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, tingkat kesadaran masyarakat baik tenaga pengajar maupun anak didiknya masih belum menyerapi secara maksimal apa esensi pendidikan yang sebenarnya. Kalau dulu, jelas Slamet Junaidi, guru hanya memikirkan cara mendidik dan berangkat karena mengabdi, namun hari ini beda lagi, guru kadang hanya berfokus pada persoalan profit.

“Itulah kenapa kita harus sadar bahwa peningkatan IPM di Sampang perlu dipikirkan bersama,” tutupnya. (dhe)